Gold terus capai rekor baru, Trump bidik Korea Selatan
Dampak perang dan kebijakan Trump terhadap gold, silver dan bitcoin
Udah bikin ribut di Venezuela, bikin ribut di Greenland lawan temen-temennya sendiri anggota NATO, bikin ribut di Timur Tengah sama Iran, eh sekarang giliran kembali ke Asia sama sekutunya yaitu Korea Selatan. Korea Selatan dikenai tarif 25% kecuali bangun pabriknya di Amerika. Jadi 0%. Tapi kalau pabriknya diluar Amerika ekspor ke Amerika akan dikasih ekstra tarif 25%. Kenapa begitu? karena Korea Selatan juga punya teknologi sendiri (misalnya skincare) yang ternyata cukup maju dan memiliki minat pasar yang terus tumbuh, serta budaya yang bisa diekspor juga (KPOP, merchandise KPOP dan segala macam drakor-nya juga mungkin).
Sebenernya mau Trump itu apa sih? Trump itu sebenernya selain mengincar sumber daya alamnya juga terutama mau memusatkan kembali perekonomian dunia balik ke Amerika, yang selama 2 dekade ini pasarnya terus menerus tergerus oleh China. Selain itu juga bantuin bayar utang Amerika yang udah trilyunan dollar (38T), yang udah ga kebayar walau seluruh perekonomiannya dijual (GDP Amerika cuma 30-an T USD), jadi ekonomi Amerika yang besar itu dibiayai atas hutang, kebanyakan hutang bingung bayarnya, kebanyakan hutang sekarang yang hutang lebih galak dibanding yang dihutangin. Amerika bayar hutang yang kebanyakan dipegang oleh China, Jepang, itu sudah pada mau jatuh tempo. Mumet deh gimana bayarnya. Minyak Venezuela deh dirampok, eh ups, maksudnya Maduro deh diculik karena bikin rakyat Venezuela sengsara. Lanjut Greenland mau dicaplok. Nah loh sekarang geser lagi ke Korea Selatan.
Korea Selatan selama ini selalu memiliki neraca perdagangan yang positif dengan Amerika, Korea menang dagang. Lebih banyak barang Korea yang masuk ke Amerika dibanding sebaliknya. Trump tahu ga akan menang secara dagang. Jadi biar neraca dagangnya seimbang kembali, dikasih tarif deh untuk menutupi.
Kebijakan yang simpang siur ini sangat berpengaruh terhadap perilaku investor terutama investor besar. Investor besar cenderung cari aman, daripada invest ke saham atau Bitcoin yang dikit-dikit nanti terdampak dengan tarifnya Trump, mending investor memilih riks-off untuk investasi di safe haven seperti emas. Investor besar tidak seperti investor retail yang mengincar kenaikan sampai ratusan persen, mereka lebih memilih return hanya 1 digit tapi aman dibanding itu, makanya emas naik terus nilainya menuju All Time High (ATH) baru. Perak juga ngikut, karena sedang memang dinarasikan sedemikan rupa terutama oleh China sebagai safe haven berikutnya untuk melawan emas : karena secara berita underground emas mau digunakan Amerika untuk exit liquditiy, Amerika ajak ribut Iran ajak ribut NATO biar investor takut, emas harganya meroket, Amerika bisa lunasi hutang-hutangnya (lewat obligasi negara U.S treasury bonds).
Jadi selama tarif Trump ini terus berlangsung dan ribut-ribut ini terus berkembang tidak mereda, sepertinya emas dan perak akan terus mencapai ATH mereka yang baru. Namun jangan berpikir kalau mereka akan naik tanpa koreksi, akan tetap ada koreksi-koreksi dalam dalam perjalanannya menuju titik tertinggi. Semoga membantu.